Nusantara Energy
Kiani Kertas
Tidar Kerinci Agung
Tusam Hutani Lestari
Nusantara Kaltim Coal
Jaladri Swadesi Nusantara
Gardatama Nusantara
Kampanye Pemilu 2004
Konvensi Capres Golkar
Dewan Penasehat Golkar
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Yayasan 25 Januari
Yayasan Pendidikan Kebangsaan
Yayasan Supersemar
Klik Untuk Lihat Album
Situs Resmi TNI
HKTI Online
Situs Resmi Golkar
IPSI Online
Berita

Letjen Purn. Prabowo Jadi Ketua Umum HKTI
Jum'at, 06 Desember 2004

JAKARTA, (PR).- Mantan Pangkostrad Letjen Purn. Prabowo Subianto terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2009 menggantikan Siswono Yudohusodo yang tidak bersedia dicalonkan kembali.

Prabowo dipilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI HKTI dan Kongres V Tani Indonesia di Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (5/12).
Dalam pemilihan melalui mekanisme voting itu, Prabowo memperoleh suara terbanyak, yakni 309 suara. Calon lainnya, Agustin Pulungan yang meraih 15 suara. Pada masa kepemimpinan Siswono Yudohusodo, Agustin Pulungan ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasesjen) HKTI. "Ini merupakan panggilan yang suci untuk membela kepentingan para petani Indonesia," ujar Prabowo dalam keterangan seusai pemilihan.

Menurutnya, sebanyak 100 juta jiwa masyarakat Indonesia hidup dari sektor pertanian. Mereka merupakan bagian bangsa yang masih tertinggal dan hidupnya semakin sulit. Padahal, selama ini sektor pertanian adalah sokoguru pembangunan bangsa. Ia pun meyakini akan datangnya kebangkitan Indonesia kembali melalui bidang pertanian.

Prabowo mengungkapkan, dia akan melakukan terobosan untuk mewujudkan program hasil Munas VI HKTI. Pertama, konsolidasi ke berbagai kecamatan dan desa untuk memperkuat sistem informasi dengan komputerisasi seluruh cabang-cabang HKTI dengan database online yang sangat kuat sehingga komunikasi dan informasi mengenai pertanian dapat diperoleh dengan cepat.

"Secara segera, kita dapat mengetahui daerah yang panen dan komoditasnya apa. Lalu, bagaimana pemasaran dan distribusinya yang lebih cepat," katanya. Prabowo yang juga mantan Danjen Kopassus itu menegaskan, HKTI harus memiliki daya guna dan kekuatan sendiri, misalnya dengan dana tabungan dana abadi petani. Sebelumnya, dalam pemaparan visi misinya, Prabowo menyatakan akan berjuang agar para petani Indonesia menjadi sejahtera dan mampu membuat Indonesia swasembada pangan. Program terobosannya adalah menata sistem informasi petani.

Proses pemilihan pada Munas VI HKTI di Pondok Gede kemarin berlangsung cukup alot. Putaran sebelumnya terdapat 25 bakal calon dan sempat diajukan peserta dari 317 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI. Sementara itu, Ketua Umum HKTI periode 1999-2004, Siswono Yudohusodo yang juga sebelumnya dikabarkan disebut-sebut sebagai kandidat kuat menolak dicalonkan kembali. Menurutnya, masa jabatan ketua umum suatu organisasi profesi, seperti HKTI ini cukup satu kali. "Saya mempunyai tanggung jawab moral untuk membangun tradisi yang baik, bahwa ketua umum suatu organisasi profesi seperti HKTI cukup satu kali saja," tegasnya.

Munas VI HKTI dan Kongres V Tani Indonesia sendiri mengambil tema "Peningkatan Kesejahteraan Petani Melalui Peningkatan Produksi yang Didukung oleh Kebijakan Makro yang Memihak Petani dan Pertanian Indonesia". Kegiatan tersebut digelar sejak 3 Desember 2004.

Kendaraan politik
Salah seorang pendiri HKTI Imam Churmen mengharapkan agar organisasi ini tidak dijadikan kendaraan politik, tetapi benar-benar menjadi pembela dan pelindung petani. "Jangan jadikan HKTI untuk mencapai kepentingan sesaat oleh pihak tertentu. HKTI harus membela petani Indonesia yang selama ini terus berada dalam posisi lemah. HKTI harus memperjuangkan petani untuk mencapai kesejahteraannya," ujarnya kemarin di Jakarta.

Imam yang mantan Wakil Ketua Komisi III DPR itu mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak menjadikan HKTI sebagai kendaraan politik ataupun menumpuk kekayaan pribadi. "HKTI seyogianya dipimpin oleh orang-orang yang menguasai permasalahan pertanian dan mempunyai komitmen yang tinggi dalam membela kepentingan petani. Perlu disadari bahwa petani kita, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, masih perlu ditingkatkan kesejahteraannya," kata Imam Churmen. (A-94/A-109)***

 
 
©2005 Prabowo Subianto - All Rights Reserved