Nusantara Energy
Kiani Kertas
Tidar Kerinci Agung
Tusam Hutani Lestari
Nusantara Kaltim Coal
Jaladri Swadesi Nusantara
Gardatama Nusantara
Kampanye Pemilu 2004
Konvensi Capres Golkar
Dewan Penasehat Golkar
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Yayasan 25 Januari
Yayasan Pendidikan Kebangsaan
Yayasan Supersemar
Klik Untuk Lihat Album
Situs Resmi TNI
HKTI Online
Situs Resmi Golkar
IPSI Online
Berita

Indonesia Harus Mampu Pertahankan Ambalat
Kamis, 17 Maret 2005

JAKARTA (Suara Karya): Mantan Pangkostrad Letjen (Pur) Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah Indonesia harus mampu mencari solusi yang terbaik dalam penyelesaian kasus Ambalat dan penyelesaian itu harus bermuara pada kemampuan mempertahankan Ambalat sebagai wujud kedaulatan dan kehormatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

"Soal Ambalat sebaiknya kita memandang dengan sejuk dan kita percaya penuh kepada pemerintah," kata Letjen Prabowo Subianto usai menjenguk sahabat lamanya Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) non-aktif Abdullah Puteh di RS MH Thamrin Jakarta, Rabu siang.

Prabowo mengungkapkan, semua pihak semestinya mempercayakan penyelesaian kasus ini sepenuhnya kepada pemerintah RI dan mendukung langkah-langkah yang ditempuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita percaya penuh kepada kepemimpinan Presiden Yudhoyono. Saya kira beliau orang yang sangat arif, beliau sangat hati-hati dan beliau akan mampu menyelesaikan masalah Ambalat dengan baik," katanya.

Dia menjelaskan, pemerintah Indonesia bersama TNI harus menghindarkan penyelesaian lewat perang dalam mengatasi masalah Ambalat. Perang bukan jalan terbaik untuk mempertahankan daerah yang kaya dengan minyak itu, meskipun pihak Malaysia masih sering melakukan provokasi.

Karena itu, dia menghimbau prajurit TNI yang sekarang bertugas di gugus depan Ambalat itu, agar tidak mudah terpancing oleh ulah pihak militer Malaysia yang sampai sekarang masih sering mencoba untuk memasuki wilayah tersebut. "Kita ini bangsa yang besar dan arif, tidak akan mudah terprovokasi. Jadi perang harus dihindari, perang adalah sesuatu yang harus kita upayakan sekuat mungkin untuk tidak terjadi," katanya.

Prabowo berkata "Saya pikir kita bisa menghindari dan bisa mencari jalan terbaik. Kita percayakan saja kepada pemerintah dan Presiden SBY untuk mencari jalan keluar yang terhormat dan berwibawa. Tak mungkin presiden akan keluarkan perintah berperang dengan Malaysia.

Untuk memutuskan tindakan militer dengan perang, kata Prabowo, membutuhkan perhitungan yang rumit dan harus matang, meski TNI memiliki kemampuan untuk itu. Tetapi, efek domino dari perang itu yang harus diperhitungkan dan hindari.

Di Surabaya, aksi unjukrasa tetang kasus Ambalat belum menunjukkan gejala bakal meredup. Menyusul beragam aksi yang digelar di DPRD dan berbagai kantor milik pemerintah, Rabu (16/3) kemarin giliran rumah dinas Panglima TNI AL Komando Armada Timur (Koarmatim) di Surabaya, didemo mahaiswa.

Belasan mahasiswa dati Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sengaja datang ke rumah dinas itu untuk memberi dukungan pada TNI AL guna mempertahan blok Ambalat. Mereka yang datang mengendarai sepeda motor itu langsung ditemui Kadispen Koarmatim Lektol (Laut) Guntur Wahyudi di halaman rumah dinas. Dalam pernyataan sikapnya, BEM Unesa ini mendukung penuh tindakan TNI AL menghadapi Malaysia yang berusaha merebut ladang minyak di blok Ambalat.

Dari Bangkalan dilaporkan, kesibukan luar biasa, Rabu (16/3) pagi, mewarnai kawasan Ponpes Syaichona Cholil II Kabupaten Bangkalan. Itu terjadi ketika ribuan santri dan santriwati dari ratusan Ponpes yang tersebar di 18 kecamatan se Kabupaten Bangkalan, berdesak-desakan untuk mendaftarkan diri sebagai relawan bertajuk "Ganyang Malaysia", menyusul konflik perbatasan di parairan Pulau Ambalat antara Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Kerajaan Malaysia.

"Setelah para Kiai di Bangkalan bermusyawarah, akhirnya kami sepakat untuk membuka posko pendaftaran relawan yang kami pusatkan di Ponpes Syaichona Cholil II ini," kata pengasuh Ponpes An-Nuroniyah, Kecamatan Bangakalan Kota, KH Faisol Anwar kepada wartawan.

Dia menilai inisiatif bernuansa kesadaran bela negara ini mendapat respon luar biasa dari para santri. "Anda lihat, pagi sampai siang ini (kemarin-red), sudah ada ribuan santri dan santriwati yang datang dan mendaftarkan diri untuk menjadi relawan Ganyang Malaysia," ujar imbuh KH Faisol. (H-3/A-10/Sya)

 
 
©2005 Prabowo Subianto - All Rights Reserved