'Saya Merasa Terpanggil'
"Happir saja asset ini diambil alih oleh Singapura. Saya merasa tertantang untuk menyelamatkan aset bangsa ini"
Majalah MATRA edisi April 2004
Sejak
dipensiunkan, Anda sempat menghilang begitu
saja. Apa yang dilakukan ketika itu?
Bukan menghilang. Saya harus tahu peranan. Waktu
keluar dari tentara dan masuk ke dunia bisnis,
saya, kan, sebagai seorang pribadi di tengah
masyarakat. Saya menempatkan diri, konsolidasi,
belajar, dan merintis kehidupan baru. Dihujat
koran-koran merupakan masa sulit. Saya pun jadi
bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi?
Tapi, saya juga tahu karena belajar dari sejarah
bahwa inilah bagian dari perjuangan. Orang kalau
punya sikap, pendirian, kan, ada risikonya.
Sepanjang sejarah acap kali orang-orang yang
punya sikap itu yang dikorbankan.
Jadi, tak menghilang, tapi memikirkan karier
baru karena saya punya keluarga dan anak yang
harus sekolah. Saya katakan, apa pun yang terjadi,
orang tahu saya, kok. Orang tahu saya tak pernah
korupsi. Karena itu, begitu pensiun saya harus
mandiri, bekerja secara independen. Bersyukur
waktu itu adik saya bisa bantu, meski waktu
itu dia juga dalam keadaan sulit.
Anda lebih memilih bisnis, menjalin hubungan
dengan Pangeran Abdullah dari Yordania?
Kebetulan, pada 1998 saya punya hubungan baik
dengan dia, dan dia bilang kamu di sini sajalah.
Di sana, saya juga mempelajari bisnis di Timur
Tengah.
Kabarnya, ketika di Yordania, Anda dibuntuti
intelijen suruhan Cendana?
Ha-ha-ha. Oh, ya? Apa yang Anda tahu tentang
itu? Anda sering silaturahmi ke keluarga Cendana?
Ah, kalian suka mancing-mancing saja. Kalau
silaturahmi, ya, pasti. Saya mencoba untuk baik
kepada semua orang. Kalau kemudian orang lain
tidak baik sama kita, itu urusan orang lain.
Sekadar kilas balik, kisah ketika Anda
masih bertugas di Timtim, sekitar tahun 1976.
Kabarnya Anda sempat tertangkap oleh Fretilin?
Enggak ditangkap. Ya, kalau sekadar dikepung,
itu risiko biasa. Ya, namanya kita ini pasukan
khusus yang mengadakan patroli jarak jauh, saya
bersama dengan tim Nenggala X, komandannya Pak
Yunus Yosfiah. Beberapa kali memang saya dikepung,
tapi alhamdulillah selalu lolos. Memang suatu
ketika,karena kelelahan setelah patroli jarak
jauh beberapa puluh jam, seluruh pasukan kelelahan
dan tertidur. Hampir saja kita disergap oleh
musuh. Begitu saya bangun, lo, ini, kok, musuh
sudah dekat sekali. Saya yang pertama kali bangun,
dan pertama kali menembak mereka. Tapi, soal
dikepung musuh itu biasa, karena Fretilin jumlahnya
masih banyak. Waktu itu pangkat saya masih letnan
dua. Saya merasa itu pengalaman yang cukup mengesankan
selama tugas di sana. Itulah romantika seorang
prajurit.
Dikenal sebagai jago tembak, apakah menembak
juga menjadi hobi sampai sekarang?
Sebenarnya hobi, tapi saya sudah sibuk sekali.
Jadi, sulit untuk melakukan. Sebetulnya bukan
jago tembak. Saya baru bagus menembak setelah
saya berpangkat mayor. Saat itu saya baru merasakan
seni menembak. Sekarang saya lagi senang naik
kuda.
Mengapa pula Anda dipanggil 08?
Ha-ha-ha. 08 itu nama sandi di radio saya ketika
bertugas di Timtim. Panggilan itu terus melekat,
meskipun saya tidak membawa radio. Ya, sampai
sekarang ini, meski sudah pensiun, saya masih
dipanggil 08. mungkin lebih singkat, daripada
dipanggil Pak Prabowo, terlalu panjang.
Setelah pensiun dari militer, Anda merasakan
perbedaan gaya hidup?
Ya, karena sampai sekarang saya masih sangat
sibuk, jadi waktu untuk olahraga sangat berkurang.
Meskipun, harusnya tidak ada alasan untuk tidak
berolahraga, tapi kadang susah juga. Malam-malam
masih harus memimpin pertemuan, pagi-pagi sekali
harus rapat lagi.
Perbedaan itu seberapa jauh pengaruhnya
bagi kehidupan Anda?
Jelas, tidak berolahraga itu tidak bagus. Saya
harus memulai lagi, meski berat. Saya harus
paksakan. Ketika masih menjadi Danjen (Komandan
Jenderal) Kopassus, dalam seminggu saya lari
lima kali, setiap hari dua sampai tiga kilometer.
Makanya, sekarang saya jadi gemuk begini, ha-ha-ha.
Sejak pensiun, Anda sering mengenakan
pakaian warna khaki. Itu warna kesukaan Anda?
Ini, kan, warna pekerja. Di semua perusahaan
saya, karyawannya pakai pakaian kerja warna
seperti ini. Pas untuk orang lapangan, tidak
kelihatan cepat kotor.
Anda punya perancang khusus soal pakaian
atau kebutuhan pribadi lainnya?
Enggak punya. Untuk sepatu misalnya, telapak
kaki saya melebar, jadi susah untuk pakai sepatu
dengan merek-merek yang keren. Yang penting
enak dipakai dan kuat. Maunya, sih, pakai yang
bermerek terkenal, seperti Bally, Gucci, atau
yang lainnya. Tapi, kan, merek-merek itu sempit
untuk saya. Kaki saya itu kaki prajurit infanteri,
jadi lebar, ha-ha-ha.
Anda tidak suka golf?
Saya enggak bisa golf. Dulu enggak suka, sekarang
enggak bisa, ha-ha.
Makanan favorit Anda?
Saya suka makan apa saja, tapi setiap hari harus
makan tahu nn tempe. Dulu kalau teman-teman
saya ke Yordania bertemu saya, mereka harus
bawa tahu dan tempe, ha-ha-ha. Soalnya, di sana
tidak ada tempe.
Benarkah berat badan Anda kian bertambah?
Iya. Saya sempat kaget ketika melihat pakaian
militer saya kala masih aktif di militer. Ternyata,
sekarang ukuran tiga size lebih besar daripada
pakaian itu. Setiap hari saya timbang badan.
Berat badan saya sekarang sekitar 80 kilogram.
Waktu aktif, berat sekitar 74 kilogram. Sempat
sampai berat 83 kilogram. Tapi, ya, sudahlah.
Toh, sekarang saya sudah jadi pengusaha.
Anda begitu menikmati hobi herkuda, ada
filosofinya?
Bagi saya, berkuda itu merupakan salah satu
olahraga yang unik. Butuh kerja sama yang baik
antara manusia dan binatang. Saya harus mendalami
kehidupan binatang ini.
Soal anak, Anda punya konsep dalam mendidik?
Saya berikan kebebasan pada anak mengambil keputusan
sendiri, tetapi harus belajar bertanggung jawab.
Dulu, ayah mendidik saya demikian. Ayah saya
selalu bilang, "kalau itu sudah menjadi
kehendakmu, silakan. Tapi, kamu harus bertanggung
jawab. Konsep ini yang coba saya terapkan."
Apalagi, sekarang anak saya sekolah di Amerika,
jadi liberalisme sudah terbentuk.
Minat anak Anda sekarang ke mana?
Umur anak saya baru 19 tahun, kadang masih suka
berubahubah. Dulu suka dunia desain, sekarang
ingin belajar hukum.
Anda sering berlibur dengan anak?
Waduh, waktu saya sangat sempit sekali. Yang
penting, komunikasi saya jaga terus. Kalau telepon,
sampai berjam jam, sampaisampai rekening telepon
membengkak, ha-ha-ha
Dalam hidup, Anda percaya dengan life
begins at forty?
Saya percaya life begins at fifty, ha-ha-ha.
Anda termasuk pria yang romantis?
Waduh, saya enggak mau bicara soal itu, ah.
Saya ini orangnya serius, ha-ha-ha.
Sampai sekarang Anda masih sendiri, sudah
ada rencana untuk menikah lagi?
Enggak usah ditanyalah, itu nanfi saja_-Ha-ha-ha.
Halaman 1 | 2
| 3